Ayam berkokok mulai terdengar, aku pun bergegas mengambil handuk dan segera bersiap berangkat ke sekolah. Seperti biasa, aku selalu sampai paling akhir di sekolah. Semua siswa sudah berjajar rapi untuk masuk ke dalam kelas. Aku pun turut mengikut di barisan paling belakang. Hanya diam tak bersuara.
Pelajaran dimulai dengan hening dan penur ketenangan. Berlalu begitu saja bersama penjelasan guru kelas. Bel berbunyi nyaring tanda istirahat telah tiba. Tak banyak bicara, aku hanya mengikuti teman-temanku bergegas meninggalkan kelas. Mira, Ria, Santi, Uci, Bela, Nadin dan Selly, mereka adalah teman selingkuh yang sering berkumpul dengan ku. Kemanapun bersama mereka termasuk ekstra drumband.
Kala itu, entah apa yang sedang terjadi...tiba-tiba saja Ria menjauh dari ku bersama Bela, Uci dan Santi. Benak ini bertanya-tanya, namun belum menemukan jawabnya. Aku semakin terpojok tanpa seorang teman, bahkan tak bertegur sapa. Aku pun bertanya-tanya dalam hati, "Kenapa mereka? Salah apa aku?"
Berkutat dalam tanya yang terus tak terjawab tanpa bertegur sapa meski bersama setiap harinya dan setiap ekstra. Aku pun memilih untuk menjauh. Menghindar dengan perasaan tak menentu dan takut. Cemas akan pandangan mereka yang tidak bisa ku jabarkan. Meski aku berusaha menyapa, hanya diam dan berpaling. Sikap yang membuatku merasa tersayat. Tapi, ya sudahlah...aku saja yang menghindar dan menenangkan hati ku sendiri. Mesti aku tak tau salah apa yang telah kita torehkan untuk mereka. Sampai ekstra pun aku mengambil izin untuk tidak hadir latihan beberapa hari. Padahal, dalam waktu dekat akan diadakan lomba. Tapi, ya sudahlah.
Komentar
Posting Komentar